Kontributor

Diberdayakan oleh Blogger.
RSS
Tampilkan postingan dengan label Pengajaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengajaran. Tampilkan semua postingan

Cara Menilai Puisi

Bagaimana memulai membuat essay commentary-nya? Langkah-langkah apa yang harus dilakukan karena waktunya hanya dua jam dan termasuk singkat? Sulit sekali menemukan makna yang sebenarnya dalam puisi. Bagaimana bisa dengan cepat melihat simbol-simbol pada puisi?

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Cerita Tentang Indonesia


Apa kabar pembaca? Semoga kita dalam keadaan sehat wal afiat, dan bagi yang sedang sakit, semoga segera pulih kembali kesehatannya.

Sambil menikmati Minggu sore ini, saya ingin bercerita kepada anak-anak kita, tentang kebaikan negeri Indonesia. Maklumlah, tak baik rasanya anak-anak kita selalu mengikuti pergunjingan kita tentang peristiwa-peristiwa yang membuat dada sesak: kasus korupsi, museum Kerinci yang dibangun di Malaysia, hingga bom yang meledak di Masjid Adz Zikro, Kompleks Mapolresta Cirebon, Jumat (15/4/2011).


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Tafsir Ulang Tokoh Sita dalam Puisi Indonesia Modern


Raksasa yang melarikannya ke hutan
begitu lebat bulu jantannya
dan Sita menyerahkan diri
(“Asmaradana”)

Dalam petikan puisi karangan Subagio Sastrowardoyo di atas, Sita yang identik dengan gambaran istri suci dan setia dengan sukarela berhubungan intim dengan Rahwana. Bagaimana mungkin hal seperti ini terjadi? Dorothea Rosa Herliany berkata bahwa tugas utama seorang penyair adalah menjadi penafsir segala sesuatu. Oleh karena itu, penyair berhak mengukuhkan atau bahkan membuat tafsiran yang jauh/menyimpang dari rujukannya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

: Pengajaran Puisi di PT : Sebuah Pengantar Singkat


Dalam Seminar Sastra dan Bahasa Indonesia yang diselenggarakan Program Studi Indonesia, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI), Depok, 22-23 Januari 2007, Sapardi Djoko Damono mengatakan sebaiknya pengajaran sastra di sekolah, termasuk perguruan tinggi, tidak sekadar menempatkan sastra sebagai ilmu pengetahuan, namun juga sebagai karya seni. Hal ini mengimplikasikan seyogyanya karya sastra itu diposisikan sama seperti karya seni lainnya, seperti seni lukis, seni tari, seni musik, dan sebagainya.
Dengan demikian, banyak hal yang dapat dibicarakan, digali, diteliti secara lebih mendalam lagi terhadap sebuah karya sastra. Sastra dapat dipandang sebagai suatu hasil ekspresi seorang sastrawan dalam melihat, memandang, dan merasakan kenyataan sehari-hari. Dalam hal puisi, pembaca tidak saja melihat unsur-unsur puisi atau keindahan puisinya saja, melainkan menggali makna yang terkandung dalam puisi itu. Pesan penting apa yang hendak disampaikan oleh penyairnya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS